Friday, 20 July 2018

MOVE ON


Move on dapat diterjemahkan dengan beranjak. Namun, makna sampingannya bermacam-macam: melupakan, meninggalkan, menghapuskan, memaafkan, memulai kembali lembaran baru. Istilah ini kerap dilontarkan untuk memotivasi mereka yang mengalami kegagalan atau kekalahan.
Selain kegagalan hidup pada umumnya, belakangan move on kerap digunakan dalam ranah politik. Pendukung calon yang kalah dalam pilkada dinasihati untuk segera move on, tidak terus nyinyir meratapi kegagalan idolanya. Lalu mereka membalas, "Kami baru tiga hari, sedangkan kalian sudah tiga tahun belum ke mana-mana!"
Begitulah. Ada yang sudah bisa sumringah tegar mengenang kegagalan masa lalu seperti bakul angkringan tadi. Ada pula yang masih berkutat di situ-situ saja. Tak kunjung move on. Kenapa mesti serumit itu?
Film Eternal Sunshine of the Spotless Mind (Michel Gondry, 2014) menggarap isu move on secara menggelitik. Judulnya saja sudah menggoda, salah satu judul film terindah sepanjang masa. Mengucapkannya pelan-pelan bikin mabuk, melambungkan imajinasi dalam ketakjuban magis: langgeng, jernih, tak bercela –citra-citra elok yang tepatnya bukan dari dunia ini, yang mesti dihayati dalam ruang pengharapan. Cocok dengan persoalan cinta yang diangkatnya.
Eternal Sunshine mengobrak-abrik konvensi cerita cinta. Film ini tidak bertutur tentang cowok bertemu dengan cewek, cowok bertengkar dengan cewek, berpisah lantas, setelah beberapa liukan plot, akur lagi. Film ini ingin orisinil, memaparkan apa yang belum sempat dituturkan. Film ini bertutur tentang apa yang mungkin sempat diinginkan oleh orang-orang yang pernah jatuh cinta, tetapi terlampau rumit membayangkannya: ya, apa yang terjadi seandainya kita bisa menghapuskan kenangan akan si dia?
Saat kita jatuh cinta terjadilah pertukaran. Warna rambutku menjadi bagian dari kenanganmu. Kecanggunganmu menjadi bagian dari kejemuanku. Itulah yang terjadi. Seperti dialami Joel (Jim Carrey) dan Clementine (Kate Winslet) setelah pertemuan tidak istimewa di Montauk, sebuah daerah berpantai, pada sebuah musim dingin yang memboyakkan dan mengajak Anda membolos kerja. Mereka segera jatuh cinta. Namun, setelah sekian lama, mereka menemukan: bahwa perbedaan satu sama lain rasanya terlalu melelahkan untuk dikelola, ayo move on.

No comments:

Post a Comment