Friday, 20 July 2018

ORANG2 ANEH


Para pahlawan nasional tidak mempermasalahkan asas negara karena nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan adalah bagian dari nilai-nilai Islam. Dan mereka pun memahami keharusan untuk melindungi masyarakat tanpa mempedulikan suku, ras, dan agama justru merupakan bentuk penghargaan tertinggi atas kebinekaan. Seperti itulah ajaran Islam, bukan sekadar menghormati perbedaan, tapi juga melindungi.
Karenanya, mengherankan ketika muncul sebagian orang yang mempertanyakan keindonesiaan sesama warga negara hanya karena menyukai sesuatu yang berbau Islam atau bernuansa Islam.
Atau mereka yang menganggap bahwa bersorban itu kearab-araban. Lupa bahwa pahlawan nasional seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Antasari, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, mengenakan sorban dalam keseharian. Apakah karenanya mereka kemudian menjadi tidak nasionalis? Apakah perjuangan sosok-sosok mengagumkan itu dalam mengusir Belanda atau membangun negeri ini lalu diabaikan hanya karena gaya berpakaian?
Ada juga yang mencemooh lelaki Muslim yang memiliki janggut, padahal bagi banyak muslim ini adalah upaya mengikuti sunah Rasul. Barangkali segelintir yang menjadikan hal tersebut lelucon lupa, para pejuang seperti Haji Agus Salim, Hasyim Asy’ari, Tuaku Imam Bonjol, juga memelihara janggut.
Bukankah menghormati kebinekaan berarti memberi kebebasan kepada setiap orang, salah satunya, berpakaian sesuai pilihan sepanjang tidak melanggar etika moral dan kesopanan?
Lebih parah lagi, kini ada sesama putra bangsa yang memandang kelompok yang memperjuangkan Islam sebagai suatu masalah. Padahal, Indonesia merdeka karena semangat Islam, karena nilai-nilai Islam yang dianut para pahlawan di masa perjuangan.
Sungguh lucu menemukan segelintir anak bangsa yang merasa dirinya lebih Indonesia dari yang lain, lebih nasionalis dari yang lain, padahal peran mereka dalam kehidupan belum ada apa-apanya dibanding jejak gegap gempita deret pahlawan di atas, dan masih banyak nama lain yang mengusung semangat serupa.
Segelintir orang yang anehnya masih saja mengulang kalimat ini: bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai pahlawannya

No comments:

Post a Comment