Sabtu kemarin, 20 Januari 2018. pagi dingin berkabut, ditingkahi desir air mengalir di kaki Gunung Lawu Banjarnegara Jawa Tengah, kami berempat anggota alumni 88 SMPN 1 Banjarnegara atau KOM88 melewati alur tesebut dengan mulus. Mobil kami tumpangi melaju menuju negeri diatas awan atau Dieng, melewati jalan-jalan menanjak menurun memutar dan berkelok serasa komedi putar, yang utama dinginya yang sangat menggigit menusuk tulang tulang rapuh.....ha...ha.....
Pagi itu, satu-satunya tujuan sebuah amanah mulia, seperti dulu saat mahasiwa sebagai petualang sejati. Diam-diam, saya berusaha menyiapkan mental untuk menghadapi negeri diatas awan yang tidak tertata yang kumuh, orang-orang berdesakan, sampah di sana-sini, dan pedagang asongan yang lalu lalang.
Namun, alangkah takjubnya saya! kios-kios permanen yang tertata, Orang-orang antre dengan tertib. tempat candi dieng tertata, bunga dan alat raga begitu rapi dan baik, bersih dan nyaman. Tak ada pedagang asongan ‘liar’.
Rupanya saya ini sudah ketinggalan zaman. Banjarnegara sudah berubah. Selama ini, yang saya tahu dan alami, Pariwisata yang nyaman itu hanya ada di luar negeri. Ternyata, kabar bahwa negeri diatas awan sudah berubah drastis terbukti benar. Perubahan dahsyat itu tentu tak terwujud tanpa kerja keras dan ketulusan semua pihak.
Dalam perjalanan dua jam ke negeri diatas awan, sembari menatap hamparan sawah menghijau di tepi jalan, dan hujan yang mengguyur, awan kabut bak menyambut kami, saya terkenang akan kampung halaman. Alangkah nikmatnya jika nanti ada kereta lintas-kenegeri diatas awan. Kapan ya itu bisa terwujud? Saya berkhayal, andai jalur kereta tersedia dari segala penjuru ke negeri diatas awan, tentu tak perlulah saya berpayah-payah naik mobil.
Lelah melamun dan memandang alam lewat kaca jendela mobil dengan obrolan ringan dengan teman semobil
Pemimpin datang dan pergi, silih berganti. Tak ada yang abadi di dunia ini. Dalam setiap perubahan dan pergantian itu, rakyat menggantungkan harapan. Pemimpin baru, harapan baru. Harapan rakyat adalah hidup yang lebih sejahtera, adil dan merata, lahir dan batin.
Masih banyak celah yang perlu diperbaiki oleh pemimpin baru di daerah ini.
Kita tentu berharap, Pejabat yang ada akan berbuat lebih banyak lagi. Pernyataan pertama setelah menjabat bisa memberi harapan. Ia bertekad akan membangun daerah ini, membenahi birokrasi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Saya kembali teringat yang berhasil mereformasi tempat hiburan yang mubazir dan merusak akhlak masyarakat, Jika seorang pemimpin benar-benar bekerja keras dan tulus, yang sangat sulit pun bisa menjadi nyata. Semoga!
No comments:
Post a Comment