Friday, 20 July 2018

POLITIK MENGGELITIK


Dalam pilkada pada umumnya pilihan akhir ditentukan berdasarkan gencarnya pendekatan selama kampanye, keterikatan emosional dengan pasangan calon, atau boleh jadi digiring oleh kekuatan politik uang.
Pilkada di daerah lain pun begitu pula adanya. Tanpa ideologi, tanpa program kerja. Hanya sedikit calon yang mampu menyodorkan program nyata untuk membangun. Kalau pun ada, belum tentu sanggup menarik perhatian pemilih.
Ada banyak kasus di mana janji-janji kampanye ternyata hanya janji kosong belaka. Akhirnya rakyat pun skeptis dengan tawaran program, karena toh setiap calon bisa menawarkan program yang manis yang indah.
Ada begitu banyak daerah dengan berbagai masalah pembangunan yang tak kunjung dibereskan. Pemimpin datang silih berganti, dipilih langsung melalui pilkada. Tapi tak pernah ada perubahan. Pemimpin yang terpilih kembali belum tentu karena rakyat puas dengan kinerjanya. Yang kalah juga tak mesti kinerja atau tawaran programnya buruk. Karena pilkada kita memang bukan soal kinerja dan program.
Jadi, untuk apa pilkada? Pilkada hanyalah pekan raya, atau kompetisi bak piala dunia sepak bola. Kita ikut hura-huranya. Kita mendukung calon tertentu, sebagaimana kita mendukung tim sepak bola tertentu pada piala dunia. Ketika mereka menang kita bersorak, ketika kalah kita kecewa. Tapi itu hanya sejenak. Selepas itu, kita kembali pada hidup masing-masing. Pekan raya dan piala dunia tak punya efek terhadap hidup kita.
Jadi, ini salah siapa? Ya salah kita, sebagai pemilih. Pemilih masih belum sanggup merangkai hubungan yang nyata antara satu coblosan yang ia buat di bilik suara dengan perubahan dalam kehidupannya. Banyak yang belum paham soal itu. Ada pula yang sebenarnya paham, namun tetap lebih suka mengejar bagian hura-hura, mementingkan kepuasan emosi ketimbang menggunakan nalar.
Apa boleh buat, 5-10 tahun ke depan pilkada kita sebagian besar masih akan seperti ini. Tapi kita tidak boleh berhenti melakukan pendidikan politik untuk memperbaikinya.

No comments:

Post a Comment