Sunday, 8 February 2015

NGAPAIN SHOLAT

NGAPAIN SHOLAT

     BERBEDA perintah puasa, zakat dan haji, perintah sholat wajib dilaksanakan setiap hari minimal sebanyak lima waktu. Belum lagi berbagai anjuran sholat sunat seperti halnya terawih di bulan  Ramadan. Beberapa teman nonmuslim sering komentar, menjadi orang muslim itu berat, terutama melaksanakan perintah sholat setiap harinya. Mengapa tidak cukup berdoa saja ? Begitulah, tanpa dilandasi iman, kesadaran, dan disiplin tinggi, sungguh berat menjaga kontinuitas shalat. Tetapi jika kita amati, kalaupun seseorang enggan menjaga konsisteni shalat lima waktu, hidup inipun selalu terikat dengan ritual keduniaan yang rutin. Sejak dari mandi, berpakaian, sarapan pagi, membaca koran, nonton televisi, menelepon teman, dan sekian ritual keduniaan lain yang juga memakan waktu sebagaimana sholat.
     Belum lagi ritual mingguan, bulanan, dan tahunan, selalu saja manusia kreatif menciptakan dan menjaganya, misalnya pesta ulang tahun kelahiran. Jadi, kalau alasan enggan sholat karena waktu, sesungguhnya kurang logis kaena untuk melaksanakan sholat isa kurang dari sepuluh menit. Soal tempat pun cukup fleksibel. Satu dia antara dampak positif dari sholat adalah seseorang selalu diingatkan dan terikat pada pusat orbit Illahi. Bayangkan saja, ibarat sebuah pesawat terbang  yang menjelajahi ruang angkasa, sang pilot mesti taat pada garis  orbitnya agar tidak nyasar dan kehilangan arah.
     Begitu pula dalam hidup ini, dari bangun pagi sampai malam hendak tidur, kita bertemu dengan berbagai macam orang, situasi, serta godaan yang potensial menjauhkan diri kita dari orbit kebenaran. Maka idealnya dengan sholat seseorang kembali ke orbit yang benar dan berkonsultasi pada Allah menyampaikan laporan rasa syukur, mohon kekuasaan serta bimbingan. Lewat sholat diharapkan terjaga kesimbangan hidup untuk meraih kebaikan jasmani maupun rohani. Dengan menjaga sholat yang benar seseorang diharpkan peka dan setia pada rambu-rambu kehidupan yang telah diajarkan para Rasul Tuhan, ibarat pengembara yang selalu memperhatikan lampu lalu lintas serta arah jalan.
     Melalui sholat seorang hamba melakukan berkomunikasi langsung dengan Tuhan tanpa perantara untuk menyampaikan semua sanjungan, syukur, maupun keluh kesahnya. Sholat juga sebuah pengakuan penghambaan manusia di hadapan Tuhannya, pengakuan kelemahan dan tidak keberadayaannya manusia dihadapan-Nya. Inna sholati wannusyuki wamahyaya wamamati lillah. Bahwa sholatku dan totalitas hidupku dipersembahkan hanya pada Allah. sholat juga mengajarkan kesabaran, kekhusukan, dan fokus atau istiqomah.
               Manfaat Kesehatan
     Kalau saja pesan sholat bisa kita terapkan dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, tentu hasil kinerjanya akan optimal dan berkualitas. Dampak positif lain dari sholat juga mendatangkan kesehatan. Jika kita perhatikan dan rasakan dalan gerakan-gerakan sholat, dari mulut takbir mengangkat kedua tangan, ruku, sujud, duduk, dan gerakan lainya, jaringan syaraf tubuh akan tetap lentur dan rileks. Dari banyak penelitian, sujud misalnya, mampu membebaskan otak syaraf dari kegelisahan, rasa resah dan tekanan kejiwaan. Kepasrahan yang dilakukan orang yang sujud membuat otak dan syaraf menjadi tenang dan terasa kosong. Seorang yang sholat terbagi keresahan dan kegelisahan hidupnya kepada Tuhanya sehingga akan tersa ringan.
     Dengan ucapan dan gerakan sholat kita dapat menyatukan antara hati pikiran dan gerak untuk mencapai khusyuk. Mengapa tahajjud pada waktu malam sangat ditekankan ? Karena dalam keheningan malam itu kita akan merasakan hubungan intim dan penuh privacy dengan Tuhan. Setiap gerakan sholat adalah bahasa ritual, sejak dari mengangkat tangan, membungkukan badan, sampai menundukkan kepala ke tanah. Semuanya itu, kalau saja dihayati dengan mendalam, jauh lebih ekspresif ketimbang ucapan seribu kata.
     Ketika seorang muslim bersujud dengan khusyuk menundukkan kepala dan menempelkan dahinya ke tanah, maka rangkaian kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan hatinya ketika bersimpuh menghadap Tuhan. Dengan demikian, seseorang yang sholat dengan tertib dan khusyuk akan mempu memmbuat dirinya dalam keyakinan tinggi untuk menjalani hidup serta kepasrahan tulus atas semua ketentuan Tuhan. Hidup akan tetap optimistis karena selalu dekat dengan Tuhan.

No comments:

Post a Comment